EKSPEDISI PENANAMAN POHON MANGROVE DI PANTAI PENYU AMPING PARAK ANGGOTA MUDA ANGKATAN XXVIII MAPALA SVARNA DVIPA UNGU

EKSPEDISI PENANAMAN POHON MANGROVE DI PANTAI PENYU AMPING PARAK ANGGOTA MUDA ANGKATAN XXVIII MAPALA SVARNA DVIPA UNGU

Nama lokasi: Pantai Penyu Amping Parak

Luas pantai: 28 km

Letak geografis: Jalan Raya Pasar, Amping Parak, Kec. Sutera, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Koordinat Pantai Penyu: 1°37'30.5"S, 100°38'56.0"E

 

1. Laskar Turtle Camp (LTC)

Laskar Turtle Camp (LTC) berada di Amping Parak, Kecamatan Sutera. Organisasi ini berfokus pada edukasi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) adalah Bapak Haridman. LTC juga secara konsisten melakukan kegiatan konservasi penyu.

 

2. Konservasi Penyu sebagai Potensi Wisata

Di kawasan konservasi penyu terdapat klinik penyu yang digunakan untuk merawat penyu yang terluka. Beberapa jenis penyu yang ada di kawasan konservasi ini antara lain penyu sisik, penyu lekang, dan penyu hijau.

Penangkaran Penyu


3. Area Camp

Perjalanan menuju area camp dapat ditempuh sekitar 10 menit dari kantor Laskar Turtle Camp (LTC). Di sepanjang jalan menuju area camp, terdapat hamparan pohon cemara laut yang membuat suasana terasa tenang dan nyaman. Kawasan pantai terlihat lebih hijau, rindang, dan alami.

Area Camp Pantai Penyu

4. Area Penanaman Mangrove

Area penanaman mangrove terbagi menjadi dua bagian, yaitu di dekat area camp dan di seberang muara. Di sepanjang area penanaman sudah terdapat banyak pohon mangrove yang tumbuh. Beberapa di antaranya sudah berusia sekitar 10 tahun, bahkan lebih.

Berikut peta penanaman mangrove yang kami lakukan selama ekspedisi:

Peta Penanaman Mangrove

 Penanaman Mangrove di sekitaran pantai

5. Flora dan Fauna Pantai Penyu

· Cemara laut

Cemara laut memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian pantai. Akarnya dapat membantu menstabilkan pasir dan mencegah kerusakan garis pantai. Selain itu, pohon ini juga menghasilkan oksigen dan membantu menyerap karbon dioksida dari udara.

Cemara laut Di sepanjang Pantai


 

· Ambai-ambai

Ambai-ambai adalah jenis kepiting yang banyak ditemukan di ekosistem hutan mangrove dan tepian pantai berlumpur. Hewan ini memiliki peran ekologis penting sebagai pemakan serasah daun mangrove sehingga membantu mempercepat siklus nutrien di lingkungan pesisir.

Ambai Ambai


 

6. Catatan AMDAL Sederhana

· Sampah di sekitar area penanaman

Sampah yang berserakan di sekitar area penanaman mangrove dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan pesisir. Tumpukan sampah, terutama sampah plastik, dapat menghambat pertumbuhan mangrove karena menutupi permukaan tanah dan mengganggu penyerapan unsur hara oleh akar. Selain itu, sampah juga dapat mencemari perairan di sekitar kawasan mangrove sehingga kualitas ekosistem menurun.

Sampah Yang Menumpuk

· Papan informasi yang tertancap pada batang pohon

Papan informasi yang ditancapkan pada batang pohon dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan kesehatan pohon. Paku atau benda tajam yang digunakan untuk memasang papan dapat melukai jaringan batang sehingga menghambat penyaluran air dan nutrisi. Luka pada batang juga dapat menjadi jalan masuk bagi jamur, bakteri, maupun serangga perusak yang berpotensi menyebabkan pohon rusak atau mati secara perlahan. Selain itu, tindakan menancapkan papan informasi pada pohon termasuk bentuk vandalisme lingkungan apabila dilakukan tanpa memperhatikan kelestarian tanaman.

Kayu yang di pake ke pohon



7. Sosial Budaya

Wawancara dengan pengelola Konservasi penyu


 

Proses Wawancara

Kami melakukan wawancara dengan Bapak Wali Nagari dan Ketua Laskar Pemuda Peduli Lingkungan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi sosial budaya masyarakat Amping Parak.

Daerah Amping Parak memiliki sekitar 10.000 penduduk yang terbagi ke dalam enam kampung. Empat kampung berada di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan, sedangkan dua kampung lainnya mayoritas bekerja sebagai petani. Mayoritas masyarakat Amping Parak beragama Islam. Amping Parak juga menjadi kawasan edukasi lingkungan yang membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Dalam bidang budaya, masyarakat Amping Parak memiliki sanggar seni yang menampilkan silat tradisional Minangkabau pada acara-acara besar kampung maupun kegiatan resmi. Tidak terdapat mitos khusus di daerah ini, tetapi masyarakat Amping Parak sangat menjunjung tinggi etika dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Ekspedisi penanaman mangrove ini menjadi pengalaman penting bagi Anggota Muda Angkatan XXVIII MAPALA Svarna Dvipa Ungu. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membuka pemahaman tentang konservasi penyu, ekosistem pesisir, dan kehidupan masyarakat Amping Parak. Melalui kegiatan seperti ini, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari pengalaman langsung di lapangan.

أحدث أقدم